Poem for A

Bersabarlah dengan rindu
tanpa sabar, hati menjadi berdebar-debar
tanpa rindu, apa enaknya menunggu

kalau nanti sudah ketemu
jangan hapus rindu
tanpa rindu, apa enaknya mengingat masa menunggu

kalau nanti ketemu
jangan buka lembaran baru
terusin aja nulis di buku itu
masih lama tahun ajaran baru

kalau nanti ketemu
pake lagi tas merah jambu
saya suka liat kamu
punya tas paling pink se SMU

seragam-sepatu-tas baru
ternyata kita sudah lama
dari zaman masih pake uang jajan
misscall dari telpon rumah karna pulsa habis
sampe sekarang harus pake twitter, karna email BB ngadat
hahahahaha….

*So, due to intermittent BlackBerry service, that night I fall a sleep while waiting for my fellow’s email. Then, unintentionally wake up, I have an inspiration to make this poem. The intro is so serious, but the rest is fancy. So, I continued my sleep.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s