Kita pernah ALAY 2

Hey bos!!

Ha!. Ini iya kedua kali saya bikin surat kayak gini mah. Yang pertama kali nggak pake bahasa se-santai ini. Dan karena saya pengen keren di surat yang pertama, saya semprot suratnya pake parfum alkohol. Hasilnya? Ya tulisannya semua luntur dan berserak-serak. Surat tersebut sudah dikirim pada saat MOS SMA ke seorang kakak senior SMA. Ya karena surat itu dibuat karena tugas MOS, ya saya nggak hitung sebagai surat cinta. Hehehe… Oke, karena saya nggak mau mengulangi kesalahan yang sama,surat kali ini saya pake parfum oles aja dengan wangi lifeboy tanpa alkohol!! Cerdas!! Lupakan tentang surat pertama yang diterima kakak senior kurang beruntung itu dan tidak menang kontes waktu MOS. Mari kita fokus ke surat ini.

Walaupun bukan yang pertama tapi kita sebut ini PERDANA. Jadi, surat ini masih ada hubungan dengan SMA. Seorang wanita, namanya Aznelya Susila Hezty. Pertama saya kenal nama ini katanya anak baik berbudi pekerti tinggi. Saya ketawa aja dengar artinya, keren!! Tapi ada teman saya yang namanya nezty, mungkin mirip juga artinya. Ah.. Saya agak sulit fokus nulis nih. Aku pemula, kembali ke benang merah… Saat MOS, sya dimana, si azne ni dimana, ntah kenapa bisa ketemu di kelas 2.9. Jujur, pertama saya tau ditempatkan di kelas nomor akhir ni, saya kecewa. Yang saya tau, dari SMP saya kelas unggul terus, nah sekarang dapat nomor kelas sebesar ini. Eh… Ternyata kelasnya KEREN. Banyak teman. Banyak yang bisa dipelajari dan banyak kejadian, suka duka. Lalalalala…dor!! Jadi nama cewek ni Aznelya. Iya dan saya bisa anagram namanya jadi ANALYZE… Amazing!! Ntah apa maksudnya nyuruh bikin surat cinta ni. Apa masih kurang rasa cinta yang bisa saya tunjukkan dan kasih sampe harus pake surat? Ya tapi ya sudahlah. Berhubung dari awal hubungan saya sama aznelya ni nggak biasa dari awal. Ya anggap saja surat ini akan jadi memori buat kami saat dibahas “nanti”. Aamiin…

Hai aznelya… Posisi sekarang saya sedang duduk dilantai nulis di meja batu dan kamu disofa dibelakang saya, main game di laptop putih saya. Semoga tiap kamu baca surat ini kamu ingat momen ini. Dan barusan ada lagu ungu feat andien “saat bersamamu” :”) -> emoticon malu… Hahaha… Oke. Saya mau rekap dulu sudah sampai mana kita saat ini: teman SMA -> akrab -> banyak fenomena -> jadian -> putus -> pelan-pelan akrab lagi -> ntah kapan jadian lagi -> selamat! Kamu sudah diterima oleh keluarga saya, dah yang kayak kamu rasa lah kondisinya sekarang ni. Nggak ada kata yang lebih keren yang mau saya ucapin selain Alhamdulillah. Baiklah untuk mengisi surat ini saya cuma mau share 3 cerita yang mungkin kita alami kalau kita berjodoh.. Aamiin…

Cerita pertama tentang menyatukan dua keluarga besar. Kamu tau kan mau tidak mau kalau kita berjodoh, kita akan menyatukan dan mengenalkan keluarga besar kamu dan keluarga besar saya. Walaupun yang menjalani hidup bakal kita berdua dua keluarga ini, interaksinya, akan mempengaruhi bagaimana kita mengambil keputusan. Ya, mungkin nanti kita akan membicarakan ini nanti bagaimana kita akan bersikap tentang keluarga besar KITA ini. Selain itu ceritanya akan berkaitan juga dengan konflik, apresiasi, sharing, nasehat, dan tentunya masalah uang. Mungkin nggak cukup di dua lembar kertas ini membahas ini, tapi mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus berdiskusi u/cerita bagian ini sayang, ok? Jangan bilang “terserah”, “ikut aja”, dkk wahai rekan diskusi 😡

Cerita kedua tentang saling melengkapi antara 2 pasangan. Kalau cerita romantisnya, kenapa ada sela” di antara jari, karena agar pasangan itu saling menggenggam tangan maka sela” tadi akan saling mengisi. Tentunya ini u/ pasangan perempuan dan laki” normal. Saya nggak mau bahas yang aliran menyimpang. He… Jadi, kita berdua, masing-masingnya punya kelebihan dan kekurangan. Kita sama” tau lah, kan dah kenal lama, bukan satu hari aja :D. Saya memang nggak nyari seorang yang perfect, saya cuma nyari orang yang mau sabar u/ semua tingkah laku, perangai, dan keaneh”an saya. Orang yang mau ngingatin kl saya salah, mau sabar ngajarin saya dan tentunya saya pun harus siap menerima kekurangan dia… Dan itu saya temukan dari Aznelya. Ya, satu yang saya tau, istri itu pakaian dari suaminya dan suami pakaian untuk istrinya. Sesederhana itu 🙂

Cerita ketiga. Tentang komunikasi. Ya saya tau kita lebih sering berkomunikasi lewat teks daripada langsung/suara. Tapi ada satu level lagi yang mau saya capai, gimana caranya kita udah bisa saling tau apa yang di mau, dan apa yang dimaksud hanya melalui tatapan mata, atau sedikit gerak tangan. Ya sepertinya keren, sampe ada rencana kita sama” harus hafal kode huruf pake tangan, tepi sepertinya tidak sesuai dengan kepribadian saya yang praktis ini. Repot! Jadi, ya gitu. Semoga saja kita punya satu bahasa yang sangat menggambarkan dan memahami apa yang kita rasakan. Bahkan sedikit gerakan tangan bisa ngasih tau kalau salah seorang dari kita sedang butuh solusi atau perlu diselamatkan dari sebuah situasi. Ah… Ini terinspirasi dari film serial amerika Prison Break, hehehehe…

Ya sudahlah, memenuhi target 3 cerita ni aja untuk isi suratnya kali ini.

“Yo”anda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s