Katanya sih begitu…

Bermula dari lantunan lagu lama disebuah Toko Buku G yang biasa kami kunjungi, pembicaraan saya dan istri berlanjut ke hubungan keharmonisan rumah tangga dengan kualitas karya yag dihasilkan seorang musisi. Berat ya bahasannya.

Lagu lama ini dari sebuah band top, idola anak muda pada zamannya. Dari tahun 90an hingga awal-awal milenium ketiga. Saya juga mengidolakan band ini. Kosakata yang digunakan pada lirik lagu band ini menunjukkan luasnya khazanah kata yang dimiliki sang pencipta lagu. Padahal pada zaman itu seingat saya internet belum seperti sekarang. Judul lagu seperti Roman Picisan, Risalah Cinta, dan Sayap-sayap Patah menyiratkan unsur sajak puisi Khalil Gibran yang kuat. Kosakata didalam liriknya pun seperti tidak dibuat oleh orang Indonesia biasa.

Seperti:
Oh.. masih ada, belenggu ruang cinta
Meresap kini, di dinding zaman
Mencoba-coba kikis naluri
Agitasi murahan yang ada lagi

Lagi:
Lusuh lalu tercipta mendekap diriku
Hanya usung sahaja kudamba Kirana
Ratapan mulai usang nur yang kumohon
Kuingin rasakan cinta
Manis seperti mereka….

Dan lagi:
Hawa tercipta di dunia
Untuk menemani sang Adam
Begitu juga dirimu
Tercipta tuk temani aku

Menurut saya, ada unsur seni didalam liriknya. Ada pula usaha yang besar untuk menemukan kata-kata yang tepat, bongkar pasang, dan banyak sekali coretan dalam proses pembuatannya.

Istri saya nyeletuk,

“Pada zaman itu, dia kan lagi harmonis-harmonisnya dengan istrinya. Pria baik, gentleman, dan tidak banyak ulah.”

Saya yang selalu mencoba mencari sudut pandang lain, biar diskusi seru, mencoba berargumen.

“Zaman itu, passion-nya untuk menjadi musisi sedang dipuncak. Otomatis banyak yang dia dengar, dia baca, dan dia tulis. Mungkin sekarang dia agak kurang bahan, jadi perbehandaraan yang dia punya mulai defisit.”

Tambah saya lagi,

“Lagian, lagu-lagu sekarang juga menjual.”

Istri saya menjawab,

“Lagunya sekarang memang menjual, tapi tidak berkesan. Coba sebut satu saja lagu dia yang kelasnya seperti:

Aku bisa membuatmu
Jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku beri sedikit waktu
Biar cinta datang karena telah terbiasa

Lanjut si istri,

“Perhatikan liriknya. Pas. Nggak sebentar bikin lirik seperti itu. Perlu kecerdasan.”

Saya tersenyum. Istri saya benar.

“Coba lirik lagu yang sekarang,

dan kau tanyakan aku
sedang apa kamu di sana
dan ku jawab ke kamu
aku sedang mikirin kamu

“Cuma permainan kalimat, dibolak balik.”

Dia benar lagi.

Saya coba kuatkan dia,

“Iya ya, rasanya sejak satu band luar itu bermasalah juga rumah tangganya, lagunya di album baru ini juga kurang bergitu bagus. Cuma satu atau dua yang bakal hits. Tidak ada lagi yang selevel dengan Yellow, In My Place, atau Shiver.”

Istri saya menyahut,

“Nah kan. Kalau dulu album band luar itu semuanya bagus. Percayalah, rumah tangga itu sangat berpengaruh terhadap karya yang dihasilkan. Rasanya berlakunya global untuk setiap profesi, pekerja seni, karyawan, sopir angkot, tukang pangkas, bahkan dosen.”

Hehehe, saya kena juga. Saya sanggah lagi deh,

“Bagaimana dengan Nazriel Ilham? dari awal lagunya bagus semua. Satu album bagus semua. Sementara, tahulah bagaimana dia dengan wanita, pacar, dan istri”

Istri saya cepat menjawab,

“Kalau itu udah gift-nya seperti itu. Bahkan, kalau dia tidak seperti itu berulahnya, mungkin karyanya nggak bagus.”

Ah..Iya juga.

Ada pendapat lain?

Advertisements

2 thoughts on “Katanya sih begitu…”

  1. Ariel, menjadikan kisah hidupnya menjadi bagian dari lagu ciptaannya.
    Sesuatu yg jadinya dijiwai banget…
    Sehingga hasilnya bagus….
    🙂
    *sekedar berargumen. termasuk yg suka lagu Ariel, tapi aneh liat gaya hidupnya…hehehehe

  2. Saya setuju argumennya Bu. Nggak bisa dipungkiri karyanya bagus walaupun menurut kita gaya hidupnya ya gitu. Entah bagaimana dari sisi dia. Mungkin kita bisa ambil hikmah saja dari gaya hidupnya… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s