Dari Sepatu Seorang Dosen

Ku, sebuah sepatu kulit dengan tali
Ku hitam, bersih, dan mengkilat
Ku tanpa jiwa, tak bernyali
Pada manusia ku melekat
Bergerak pada kaki seorang dosen

Ku temukan diri pada jalan panjang
Hanya ubin dan keramik kampus, debu kering dan anak tangga
Tegap melangkah dan berlari kencang
Untuk raih harapan, masa depan generasi muda
Untuk raih tujuan, membagi ilmu agar manfaat

Banyak waktuku di depan kelas
Bertemu sepatu warna-warni
Beberapa nampak terangkat tinggi, beberapa terkulai lemas
Hilir mudik, kiri ke kanan, ke belakang, memutar kembali
Kadang tersandung bangku dan tergores dinding

Walau hanya sepatu, kuingin menjadi pengamat
Menyaksikan sepatu warna warni berubah menjadi sepatu hitam, bersih, dan mengkilat
Saat sidang akhir, saat wisuda tepat waktu dan diwaktu yang tepat
Namun umurku hanya dua semester, paling lama empat
Semoga pemilikkulah yang berumur panjang, menjalankan tridharma

Teriring doa pula untuk sepatu hitam pada kaki-kaki muda
Entah pada interview kerja dan melanjutkan sekolah
Bertemu calon investor atau mungkin menikah
Semoga kesempatan bertemu kesiapan
Semoga nasib baik selalu berpihak kepada kalian

*poetry experiment, combining song concept from Tulus-Sepatu (personification) and Pure Saturday-Kosong (Parable)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s