Contest of Endurance

 

Ternyata, kompetisi pencarian bakat tidak hanya mencari siapa yang memiliki kualitas terbaik.

Lebih dari itu, show televisi ini juga menguji daya tahan setiap kontestannya. Seperti, daya tahan terus menghafalkan lirik lagu dan koreografi. Daya tahan dalam terus menulis bahan lawakan baru untuk memancing tawa.

Daya tahan fisik dan mental kontestan ditempa terus menerus. Antara satu show dengan show berikutnya hanya berisi rutinitas yang sama, berlatih dan berlatih.

Walaupun mempuyai bahan baku yang sama, kontestan dengan daya tahan yang rendah akan dengan mudah terlempar diawal kompetisi. Kontestan yang sedikit beruntung akan menampilkan kualitas yang naik turun setiap minggunya hingga akhirnya dipulangkan juga. Yang bertahan hingga final, hanya yang memiliki daya tahan yang bagus. Terkadang, bahkan yang bertahan bukan yang memiliki bahan baku yang berkualitas. Mungkin saja, bahan bakunya standar, namun setiap minggunya kontestan tersebut berkembang menjadi lebih baik.

Hanya saja, terkadang unsur drama, percintaan, dan simpati penonton juga ikut menentukan hasil akhir dari sebuah kompetisi. Namun, kualitas tidak bisa menipu. Jika seorang kontestan sukses melewati tes daya tahan seperti ini, maka diharapkan ketika masuk dunia yang sebenarnya, kontestan pemenang telah siap untuk terus berlatih dan berlatih.

Sama seperti ketika pindah ke ruanganan baru ini. Penulis juga harus memiliki daya tahan yang baik dalam kondisi paceklik cemilan. Ahem!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s