Category Archives: Uncategorized

Timeline of AI and Robotics

Advertisements

A long and winding road to Postdoc (2)

Walking the Earth - Diving the Oceans

the-long-winding-road-207526Image Source

Melanjutkan bagian pertama: A long and winding road to postdoc (1)

Singkat cerita… komunikasi saya dengan calon professor berlangsung sekitar 3 bulan lamanya melalui email. Pada berapa kasus postdoc yang melamar ke KAUST, professor akan mengontak calon postdoc melalui skype dan berinteraksi langsung pelamar. Kebetulan (atau keberuntungan bagi saya hehe) calon professor saya ini  sepertinya lebih nyaman berkomunikasi menggunakan email.

Ada banyak hal yang didiskusikan, semisal penelitian apa saja yang bisa saya kerjakan selama di KAUST dan apa saja penelitian yang kiranya tidak terlalu menarik untuk dimasukkan dalam proyek. Intinya, kelihaian dalam berkomunikasi dan pengalaman riset kita memang sangat membantu untuk meyakinkan professor bahwa kita adalah calon yang tepat dan prospektif untuk menempati posisi postdoc di grup beliau. Oleh karenanya penting sekali menyiapkan CV yang baik dan lengkap agar calon professor dapat memiliki gambaran yang lengkap tentang diri kita.

Pada tahap ini sangat penting untuk membuat jelas tentang…

View original post 711 more words

A long and winding road to Postdoc (1)

Terima kasih inspirasinya Mas..

Walking the Earth - Diving the Oceans

Rangkaian tulisan ini bertujuan untuk merangkum “perjalanan panjang” saya melamar posisi Postdoctoral Fellow di King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) dari Jepang. Semoga memberikan manfaat bagi sesiapa saja yang membutuhkan info ini.

Website resmi KAUST: http://www.kaust.edu.sa/

Note: Karena fitur auto correct bahasa Inggris di laptop saya, ada beberapa kata yang sepertinya terkoreksi tidak sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Alhamdulillah, bulan September 2015 silam saya resmi menyelesaikan program studi S3 saya di University of the Ryukyus, sebuah universitas negeri di pulau Okinawa, di selatan Jepang. Seperti layaknya wisudawan pada umumnya, hal yang terbersit dalam benak menjelang dan selepas lulus S3 adalah: “Kemana selanjutnya akan melangkah?”

Yang tergambar dalam pikiran saya kala itu hanya dua:

  • Mencari pekerjaan tetap, semisal dosen, peneliti ataupun kerja di industry
  • Melanjutkan program postdoctoral

Setelah lama menimbang dan diskusi dengan istri, akhirnya saya menjatuhkan kepada pilihan yang kedua: melanjutkan ke program postdoctoral.

Bagi…

View original post 861 more words

Chapter #43

Happy Elevenesarry honey.. 😀

analyzeisme

Guess what! Today is my eleventh month wedding anniversary.. Yihiy… Udah 11 bulan saja.. Angka keramat kami. Benar-benar tidak terasa… I’m officially became Mrs. Alimsyahbana for that long.. Waw… Dan sebagai bocoran, kalau terkasih manggil saya dengan “Aznelya Susila Hezty Alimsyahbana”, saya selalu saja tertawa.. Nice to hear that..:D

Hmhm… Hari ini film Stand by Me nya Doraemon tayang kan ya… Ini bilang aja loh.. Bukannya minta diajak sama dia (Percaya ajalah ya 😛 ).. Tapi kalau dia nya maksa ngajak pergi ya saya bisa apa kan.. Tu saya pasrah aja dong.. Sudah jadi kesenangan istri untuk menemani suaminya nonton (Believable kan!! 😀 )

Huah… 11 bulan sudah.. Kadang masih tersisa rasa tidak percaya… I’ve been married? Really? And to the one that I fall in love for so many times in so many way.. (Gayaaa). Alhamdulillah… Ritual yang selalu dia lakukan setiap tanggal ini adalah: “Give me a very…

View original post 104 more words

Mengagumi Luasnya Ilmu Alloh : Belajar dari sebuah kata “Tidak/Jangan”

Tulisan Heri R. Yuliantoro

Akhir-akhir ini banyak sudah sahabat saya, teman saya atau saudara-sauadara saya yang mulai banyak beragumen menentang pelarangan kata “tidak” atau “jangan” dalam konsep mendidik anak (parenting). Saudara-saudara saya tersebut berdalil dalam Al-Quran sendiri banyak digunakan kata tidak atau jangan tersebut. Lebih-lebih merujuk pada Surah Luqman , yang menjadi pelajaran penting bagi umat Islam dalam mendidik anak, yang menyebutkan pada pelajaran parentingnya Luqman Al-Hakim banyak menggunakan kata tidak/jangan. Seperti pada kalimat ” … La Tusyrikbillah…” artinya Jangan menyekutukan Alloh.

Singkat cerita kata tidak / jangan menjadi hal yang memang pantas dibarengi untuk menjalankan konsep parenting yang benar. Artinya jangan sungkan mengatakan kata tidak/jangan disetiap aktifitas anak-anak kita. Saya sempat mengalami kebingungan tersendiri, di Al-Quran memang mendukung penggunaan kata tidak/jangan. Namun efek dari rajinnya penggunaan kata tidak/jangan dilapangan menunjukkan anak-anak cenderung penakut utk mengeksplorasi potensi mereka, sebagaimana pernah saya ungkapkan dalam tulisan saya beberapa bulan januari lalu berikut ini :

https://heriyuliantoro.wordpress.com/2014/01/22/solok-nasi-terenak-di-pulau-sumatera-dan-ilmu-dari-seorang-pensiunan/

Rasa…

View original post 757 more words

What the best education systems are doing right

ideas.ted.com

See all articles in the series

In South Korea and Finland, it’s not about finding the “right” school.

Fifty years ago, both South Korea and Finland had terrible education systems. Finland was at risk of becoming the economic stepchild of Europe. South Korea was ravaged by civil war. Yet over the past half century, both South Korea and Finland have turned their schools around — and now both countries are hailed internationally for their extremely high educational outcomes. What can other countries learn from these two successful, but diametrically opposed, educational models? Here’s an overview of what South Korea and Finland are doing right.

The Korean model: Grit and hard, hard, hard work.

For millennia, in some parts of Asia, the only way to climb the socioeconomic ladder and find secure work was to take an examination — in which the proctor was a proxy for the emperor, says Marc Tucker, president and CEO of the National Center on…

View original post 1,392 more words