Tag Archives: Inspiration

PETIK CERI dan KEBUN YANG SERBA MENGERTI

oleh Salim A. Fillah dalam Inspirasi, Rajutan Makna. 25/05/2016 [link]

Advertisements

Sexy Thought 2016

Uber is the biggest taxi service company that doesn’t own any taxis. It only connects those who need taxi and those who drive a taxi.

Airbnb is the biggest accommodation service company that doesn’t own any hotels. It only connects those who need accommodation and those who manage hotels.

Alibaba is the biggest retail company that doesn’t own any products. It only connects those who need things and those who sell the things.

Facebook is the biggest media that doesn’t own any media contents. It only connects those who need to share and those who love to see what others share.

Netflix is the biggest cinema that doesn’t own any movies. It only connects those who want to watch movie and industry that provide the movie.

Well…

Someday, maybe something will come out as biggest university that doesn’t own campus and lecturer. It only connects those who want to learn and those who loved to share his/her knowledge.

 

Apakah sekolah itu hanya untuk orang yang pintar saja?

*Murid paling lambat mengertinya

Apakah sekolah itu hanya untuk orang yang pintar saja?

Setiap kali ada diskusi tentang ini, ketika ada sebagian orang yang tidak bisa masuk ke sebuah sekolah yang bagus, universitas yang keren, maka ada saja orang yang berkomentar: “makanya dong, rajin2 belajar, pintar. biar bisa lulus ujian masuknya”. Maka pertanyaannya adalah apakah sekolah itu hanya untuk orang yang pintar saja?

Continue reading Apakah sekolah itu hanya untuk orang yang pintar saja?

Apakah Sekolah Kita Sudah “Beradab”?

Irfan Amalee

17 Oct 2014 | 23:19
Setahun terakhir ini saya terlibat membantu program Teaching Respect for All UNESCO. Saya juga membantu sejumlah sekolah agar menjadi sekolah welas asih (compassionate school). Dua hal di atas membawa saya betemu dengan sejumlah sekolah, pendidik, hingga aktivis revolusioner dalam menciptakan pendidikan alternatif. Di benak saya ada satu pertanyaan: sudah se-compassionate apa sekolah kita? Sejauh mana sekolah menumbuhkan sikap respect pada siswa dan guru, serta semua unsur di lingkungan sekolah? Karena compassion (welas asih) dan respect (sikap hormat dan emphaty) adalah bagian dari adab (akhlak) maka pertanyaannya bisa sedikit diubah dan terdengar kasar: sudah seber-adab apakah sekolah kita?

Continue reading Apakah Sekolah Kita Sudah “Beradab”?

Sekolahlah…

Pak, ketika melihat tulisan dibelakang truk mu ini,
Saya merasa setuju dan tidak setuju pada waktu bersamaan

20141030_012

Saya setuju sekolah itu penting.
Saya setuju, orang sekolah memiliki kesempatan untuk hidup lebih baik.
Saya setuju, sekolah membuka kesempatan seseorang untuk memiliki pilihan.
Pilihan untuk meneruskan sekolah.
Pilihan untuk berkerja.
Pilihan untuk berwirausaha.

Continue reading Sekolahlah…

Naiknya “Harga” Dosen

Prof Rhenald Kasali @Rhenald_Kasali

KOMPAS.com – Dunia akademik memasuki babak baru. Kalau tak ada rintangan, maka ini kabar gembira bagi para dosen berdedikasi, namun sekaligus “kabar menarik” bagi para rektor PTN-BH (Badan Hukum) dan tentu saja pengelola yayasan PTS (Perguruan Tinggi Swasta).

Kabar gembira bagi para dosen, karena “peta pasar” tenaga akademik memasuki babak awal perubahan. Dosen akan menjadi rebutan, “harganya” akan naik, kualifikasi wajib ditingkatkan. Namun ini tentu hanya berlaku bagi dosen yang punya karya dan panggilan yang pas sebagai akademisi yang bersungguh-sungguh menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi.

“Kabar menarik” bagi para rektor PTN-BH adalah karena dosen-dosen PTN yang tak diberi imbalan layak akan sangat mungkin pindah. Ini berarti para rektor harus bekerja lebih keras mencari dana-dana baru di luar uang kuliah yang dibayar para mahasiswa. Artinya para rektor harus lebih entreprenerial. Bila tidak, maka kampusnya akan ketinggalan zaman, biaya riset, perawatan dan kegiatan mahasiswa bisa dikorbankan, dan reputasinya menjadi pertaruhan besar.

Continue reading Naiknya “Harga” Dosen